PERHATIAN!!!

Banyak Link Download Film yang masih menggunakan domain IDFL.us, jadi disarankan untuk mengganti sendiri domainnya menjadi IDFL.me
0

Peter Pan (1953)

Label: , , , ,


IMDB

Genre : Animation | Adventure | Family

An adaptation of J. M. Barrie's story about a boy who never grew up. The three children of the Darling family receive a visit from Peter Pan, who takes them to Never Land, where an ongoing war between Peter's gang of rag-tag runaways and the evil Pirate Captain Hook is taking place.

DOWNLOAD FILMNYA
http://idfl.me/showthread.php?t=24378

SUBTITLE INDONESIA

Peter.Pan.1953.720p.BluRay.x264.YIFY
http://subscene.com/subtitles/peter-pan-1953/indonesian/970212

Peter Pan [1953]DVDRip[Xvid]AC3 2ch[Eng]BlueLady
http://subscene.com/subtitles/peter-pan-1953/indonesian/970277





0

Pemuda Kalbar Diundang Badan Pangan PBB

Label:

Pontianak ( Antara Kalbar) - Badan Pangan PBB (FAO) mengundang Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Wilayah Kalimantan Barat, Glorio Sanen untuk mewakili Indonesia pada Pertemuan "Regional Multi-stakeholder Consultation on Livelihood and Food Security of Indigenous Peoples in Asia".

"Suatu kebanggaan bisa mewakili Indonesia untuk membahas Isu Mata Pencarian dan Kedaulatan Pangan Masyarakat Adat di tingkat Asia," kata Florio Sanen saat dihubungi di Pontianak, Selasa.

Pertemuan itu diselenggarakan oleh Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP) dan Food and Agriculture Organization of the United Natios Regional Office for Asia and Pacific (FAO-RAP) pada 28-30 Agustus 2014 di Chiang Mai, Thailand.

Ada perwakilan dari tujuh negara yaitu Kamboja, Laos, Nepal, Thailand, India, Bangladesh dan Indonesia. Pertemuan yang akan dihadiri oleh multi pihak ini diantaranya perwakilan pemerintah di masing- masing negara, Lembaga Riset, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Organisasi Masyarakat Sipil.

Ia melanjutkan, menjadi bagian dalam pertemuan internasional tentunya cukup menantang karena harus memahami isu secara global.

Ia melanjutkan, saat ini dunia sedang mengalami krisis global di tiga sektor yaitu keuangan, energi dan pangan.

Ia menambahkan, Indonesia tentunya terkena dampak terhadap krisis ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Hal ini merupakan tanggung jawab multi pihak untuk menyelesaikan krisis ini," kata Glorio Sanen, yang pernah menjadi Ketua Forum Mahasiswa Kabupaten Landak.

Bagi Indonesi, isu pangan menarik karena pernah menjadi negara yang swasembada pangan namun ironisnya masih harus mengimpor pangan.

Menurut dia, krisis pangan yang terjadi Indonesia setidaknya dipengaruhi oleh faktor alam dan kebijakan pemerintah.

"Saat ini kita ketahui telah terjadi perubahan iklim dan faktor tata kelola yang mana jika kita melihat kebijakan pemerintah dan pola masyarakat dalam mengelola pangan belum sinergis," kata Glorio Sanen, yang juga aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalbar.

Sementara arah pembangunan Indonesia dalam beberapa dekade pemerintahan berbasiskan pada ekploitasi Sumber Daya Alam (SDA) merupakan salah satu faktor yang sangat dominan menyebabkan krisis pangan di Indonesia.

"Hal ini bisa kita lihat semakin minimnya areal pertanian masyarakat karena telah dikonversi menjadi perkebunan homogen skala luas dan menjadi areal pertambangan," ujar dia.






0

Kubu Raya Maksimalkan Potensi Kepiting Bakau

Label: ,

Sungai Raya (Antara Kalbar) - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya berjanji akan memaksimalkan potensi kepiting bakau yang ada pada beberapa kecamatan di kabupaten itu.

"Sejak tahun 2012 lalu, pemkab Kubu Raya mulai membudidayakan kepiting bakau tapi, karena keterbatasan anggaran pelaksanaannya kurang maksimal. Namun, kita tetap akan berusaha untuk memaksimalkan potensi ini karena memang sangat menjanjikan," kata kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, Djoko di Sungai Raya, Jumat.

Dia berharap, dengan adanya pengembang biakan kepiting bakau itu dapat meningkatkan perekonomian dan mempercepat pembangunan bagi masyarakat pesisir Kubu Raya.

"Sudah banyak pihak yang mengakui kalau kepiting Kubu Raya lebih bagus dibanding daerah lain. Selain dagingnya padat, ukurannya juga besar sehingga memiliki kualitas ekspor," tuturnya.

Dia menjelaskan, guna mengembangkan potensi kepiting dan udang galah yang ada, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kubu Raya melibatkan Pemprov Kalbar dan Departemen Kelautan dan Perikanan RI.

Djoko mengatakan, prospek perikanan Kubu Raya memang sangat menjanjikan. Sebab, sebagai daerah yang sebagian besar daerahnya berada di kawasan pesisir pantai dan perairan, menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu daerah perikanan yang memiliki peran besar bagi Kalbar.

Tidak hanya potensi perikanan ikan air tawar dan air asin yang bisa diandalkan, kepiting dan udang galah juga menjadi salah satu varian perikanan yang memiliki prospek bagus untuk dikembangkan.

Dia juga menjelaskan, kualitas kepiting dan udang galah di Kubu Raya sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan alam di Kubu Raya. Hal itu mengakibatkan pertumbuhan habitat ikan dan sejenisnya memiliki karakteristik tersendiri.

Namun, dia menyadari selama ini kebiasaan masyarakat yang menangkap kepiting dari alam, bisa berpengaruh pada populasi kepiting itu sendiri. Dikhawatirkannya, jika tidak diantisipasi sedini mungkin, bisa mengakibatkan kepunahan kepiting. Jelas ini nantinya akan sangat berpengaruh pada kondisi dan ekosistem yang ada.

"Untuk itu, mulai tahun ini kita akan melakukan pengembangbiakan kepiting di beberapa lokasi yang cocok untuk pembiakannya, seperti Kecamatan Kubu dan sekitarnya," katanya 

Selain sebagai langkah menyelamatkan habitat kepiting, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat prospek kepiting dan udang galah ke depan masih sangat baik.

"Bayangkan saja, kalau kita makan di restoran, satu porsi kepiting mencapai puluhan bahkan ratusan ribu. Peluang ini yang akan kita tangkap," tuturnya.

Sumber: click!





0

Serunya Lomba Busana Ala Pejuang 45 di Singkawang

Label: , ,


Liputan6.com, Jakarta Menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kota Singkawang, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) bersama Pemerintah Kota Singkawang menyelenggarakan lomba "Busana Ala Pejuang 45" tingkat SMA dan mahasiswa.

Masyarakat di Kota Singkawang, khususnya pelajar kalangan SMA dan mahasiswa sangat antusias mengikuti lomba "Busana Ala Pejuang 45" yang memang baru pertama kali diselenggarakan oleh LVRI. Melihat penampilan para peserta lomba, seperti melihat pejuang kemerdekaan terlahir kembali.

Ketua Panitia HUT ke-69 RI Kota Singkawang, Syech Bandar mengatakan tujuan kegiatan ini agar generasi muda kota Singkawang mengingat jasa pahlawan dan para pejuang kemerdekaan.

"Mereka akan mengikuti pawai karnaval kemerdekaan dan dinobatkan sebagai pemenang langsung oleh Walikota Singkawang di Panggung Kehormatan Pawai Karnaval Kemerdekaan, berdasarkan hasil dari penilaian dewan juri," ujar Syech Bandar yang juga Sekda Kota Singkawang.


Tampak para pelajar berpakaian militer dengan membawa senjata api, bergaya seperti pejuang kemerdekaan dengan senjata bambu runcing. Ada pula pelajar yang bergaya ala pribumi dengan profesi yang berbeda-beda, mulai dari petani, nelayan, dan pedagang.


Tidak sedikit pula para pelajar yang berbusana seperti tokoh proklamator Soekarno, Jenderal Sudirman, dan tokoh kemerdekaan lainnya. Keseluruhan peserta lomba sangat total bergaya ala pejuang 45 lengkap dengan simbol Merah Putih yang melekat di busana maupun di bagian tubuh mereka.

Selain pawai karnaval dan lomba busana, Pemkot Singkawang juga menyelenggarakan acara yang berbeda dari tahun sebelumnya yakni "Deklarasi Sungai Singkawang". Tujuan deklarasi ini, menurut Walikota Singkawang Awang Ishak, untuk mengajak masyarakat melestarikan sungai sebagaimana fungsinya.

Sungai yang melalui Kota Singkawang merupakan salah satu simbol sejarah bagi kemajuan Singkawang. Dahulu, sungai ini menjadi tempat berlabuh bagi sejumlah kapal dagang. Kondisinya yang kotor dan menyempit membuat warga melupakan fungsinya.

Melalui "Deklarasi Sungai Singkawang", Awang Ishak mengingatkan kepada seluruh warga untuk turut berpartisipasi aktif dalam setiap program pembangunan di Kota Singkawang serta turut menyemarakkan semangat HUT RI.

Ingin tahu lebih banyak tentang Kota Singkawang, kunjungi websitenya : singkawangkota.go.id
 
 
 
 
 

0

Kemenparekraf Gelar Borneo Extravaganza 2014 di Bali

Label:


KUTA, KOMPAS.com - Borneo Extravaganza 2014 akan kembali diselenggarakan pada tanggal 22-24 Agustus 2014 di Mal Bali Galeria, Kuta, Bali. Acara ini merupakan ajang Promosi Pariwisata Kalimantan yang diselenggarakan untuk keenam kalinya oleh Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama kelima Pemerintah Daerah di Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Borneo Extravaganza 2014 akan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar yang didampingi oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan Gubernur Kalimatan Timur Awang Faroek Ishak.

Siaran pers Kemenparekraf kepada Kompas.com, Rabu (20/8/2014), menyebutkan penyelenggaraan Borneo Extravaganza 2014 ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara dengan memberi wadah bagi Pemerintah Daerah se-Kalimantan untuk melakukan promosi pariwisata secara terpadu.

Tahun ini, Borneo Extravaganza 2014 mengangkat tema “Kalimantan - The Real Borneo” dalam pameran 3 hari yang yang menampilkan destinasi di ke lima provinsi, sekaligus memperlihatkan keragaman budaya dan pariwisata Kalimantan atau yang di mancanegara lebih dikenal dengan nama Borneo.

Untuk memeriahkan pameran Borneo Extravaganza dihadirkan Atraksi Tarian dan Budaya, Fashion Show Busana serta berbagai Kerajinan dan perhiasan batu batu mulia dan semi mulia yang didatangkan langsung dari Kalimantan.

Pariwisata Nusantara merupakan sektor penting dalam rangka mewujudkan kemajuan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Borneo Extaravaganza 2014 juga merupakan bentuk dukungan Kemenparekraf untuk menumbuhkan pariwisata Kalimantan.

Kemajuan pariwisata akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena pariwisata mempunyai dampak pengganda yang besar terutama dengan industri kreatif, yang mempunyai hubungan sangat erat dengan pariwisata.

Pariwisata dan ekonomi kreatif juga sektor yang pertumbuhannya inklusif karena nilai tambahnya langsung dirasakan masyarakat lokal. Berbagai sektor dalam industri kreatif sudah menjadi atraksi pariwisata yang semakin populer, seperti kuliner, seni pertunjukan, desain, ataupun fashion.

Selain menghadirkan peserta pameran dari Pemda Kalimantan, Biro Perjalanan Wisata (BPW) juga ikut serta dalam pameran ini dengan menawarkan berbagai paket perjalanan wisata Kalimantan. BPW berperan penting dalam peningkatan jumlah kunjungan. Borneo Extravaganza diadakan di Bali untuk menggairahkan Biro-biro Perjalanan Wisata di Bali untuk “menjual” Kalimantan.

Keikutsertaan 25 BPW dari Bali, Surabaya dan Jakarta dalam Travel Agency Meeting merupakan unsur penting dari Borneo Extravaganza dan menunjukan peningkatan minat BPW untuk menjual Kalimantan kepada para wisman.

Dalam pameran Borneo Extravaganza 2014, disamping menampilkan potensi ecotourism seperti Hutan Konservasi Orangutan Tanjung Puting, diving di Kepulauan Derawan dan potensi sungai seperti River Cruise di Sungai Rungan dan Kahayan juga ada penampilan berbagai atraksi budaya Dayak, Tionghoa dan Tarian Melayu serta berbagai kerajinan khas Kalimantan yang didatangkan langsung dari Kalimantan.

Pameran permata Martapura dari Kalimantan Selatan dan budaya seperti Dayak, Melayu, Tionghoa seperti di Singkawang Kalimantan Barat juga akan mengisi acara Borneo Extravaganza 2014 ini. Setiap harinya akan disajikan berbagai kesenian dan tari Kalimantan di panggung dengan dua kali waktu penampilan, yaitu jam 12.00-14.00 dan jam 19.00–21.00 setiap harinya.

Borneo Extravaganza adalah acara dua tahun sekali yang mulai diselenggarakan tahun 2004 oleh Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf bersama provinsi se-Kalimantan yang ditujukan untuk melakukan promosi dalam negeri mengenai destinasi pariwisata di Kalimantan.

Sebelumnya, Borneo Extravaganza pernah dilakukan di Jakarta pada tahun 2004, 2006 dan 2012 serta di Bali pada tahun 2008 dan 2010.